Hampir sebagian teman-teman ku sudah berkeluarga, dan banyak juga yang suka mengeluh baik suka maupun duka. Ada yang tidak punya pembantu anaknya di titip di neneknya sedangkan dia kerjanya jadi gak fokus, ada yang bayar pembantu mahal jadi agak berat, ada yang masalah dengan mertuanya, iparnya or lain-lain. Mungkin karena aku sendiri belum berkeluarga jadi aku sendiri belum tahu bagaimana hidup berkeluarga. Memang sekarang ini biaya hidup tinggi, untuk diri sendiri saja terkadang masih aja kurang uangnya apalagi mereka yang sudah berkeluarga.
Ada temanku yang suka cerita tentang ipar & mertuanya tidak cocok, akhirnya memutuskan untuk kontrak rumah, syukur istrinya punya tanah & rumah jadi bisa pindah tanpa mikir bayar bulanan kontrakan, aku yakin seandainya istrinya tidak punya rumah pasti mereka akan bertahan di rumah mertua. Tapi yang buat aku bingung untuk apa masalah itu di ceritakan ke semua temen-temen? miris rasanya denger seperti itu.
Oh iya, kemarin 5 hari aku sama mama, ega & aisyah baru pulang dari Jawa, jalan-jalan sekalian silaturahmi sama eyang & keluarga mama.
Cukup lama aku tidak pernah ke Jawa, kaget juga dengan perubahan yang terjadi di sana.
Aku lihat keluarga eyang (eyang ini mama tirinya mama), hampir sebagian anak eyang menjadi orang yang berhasil. Semua anak perempuannya sudah berhijab, Entah kenapa aku melihat mereka semua berkeluarga berasaskan agama. cukup kuat aku melihat aura keagamaan dalam keluarga mereka. Apalagi Lik Mar, rumahnya bagus, asri, rapi dan tahu apa? setelah ruang tamu ada ruang salat yang di buat sebagus mungkin, dari situ aku sudah bisa lihat bahwa lik mar ini sering tirakat, dalam artian agamanya bagus. Damai banget aura rumahnya, begitu juga Lik Yanti yang lulusan bidan suaminya dokter, tapi berani memutuskan untuk menjadi IRT, aku juga lihat mereka mendidik anaknya sesuai dengan agama. Anaknya sopan-sopan dan punya tata krama.
Alhamdulillah aku mempunyai keluarga yang menomor satunya agama dalam berumahtangga.
Dari sini aku bisa ambil pelajaran, mau sesusah apapun ketika rumahtangga ketika menomor satukan agama segalanya pasti di beri kemudahan oleh Allah. Tidak boleh setengah-setengah dalam beribadah, karena Allah itu selalu Ada & selalu Tahu apa yang di butuhkan oleh hambaNYA.
Hmmm.... jadi membayangkan & bertekad kalo aku sudah berkeluarga akan aku tanamkan dan ajarkan agama dengan sebaik-baiknya dan juga tak kalah penting tata krama jowo juga :)
Karena setelah aku amati, adat istiadat jawa itu memang sesuai banget dengan ajaran Islam, dari sopan santun sama orang tua sampai dengan oranglain.
Dan aku juga ingin banget jadi IRT full time urus anak, antar jemput anak dan masak untuk suami, anak, dan mama. aku juga ingin punya usaha sendiri sehingga selain anak terurus aku juga punya penghasilan sendiri selain dari uang suami.
Tapi sayangnya aku belum bertemu dengan imamku, Insha Allah aku maunya tahun 2015 Juni aku sudah menikah, amin .... Semoga Allah merestui doa dan keinginanku, Semoga Allah menyegerakan aku mempertemukan dengan jodohku, imamku, belahan hatiku dunia-akhirat untuk memenuhi sunahMU dan memenuhi separuh ajaran agamaMU..... Amin ya robal alamin
Selasa, 25 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar